Evaluasi Kemitraan Badan Usaha dalam Rangka Persiapan Dukungan Calon Ibukota Baru di Provinsi Kaltim


  Senin, 02 September 2019 Berita Ditjenpktrans

Latar belakang kegiatan tersebut adalah sebagai ruang untuk Dirjen PKTrans memberikan arahan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim beserta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten yang ada di Provinsi Kaltim terkait peran bidang/kawasan transmigrasi dalam mendukung rencana pemindahan ibukota baru ke Provinsi Kaltim.
Sesuai arahan Dirjen PKTrans, 2 (dua) kawasan transmigrasi (Kawasan Maloy Kaliorang di Kabupaten Kutai Timur dan dan Kawasan Kerang di Kabupaten Paser) yang sudah ditetapkan dalam Daftar 63 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional RPJMN 2020-2024 harus segera menyusun rencana aksi perwujudan kawasan transmigrasi yang salah satunya diarahkan sebagai hinterland dalam mendukung ibukota negara.
Sedangkan untuk 2 (dua) kawasan transmigrasi lain (Kawasan Muara Komam di Kabupaten Paser dan Kawasan Kota Bangun di Kabupaten Kutai Kertanegara) yang sudah mengusulkan sebagai target penetapan kawasan transmigrasi prioritas nasional selanjutnya, diharapkan segera mulai melakukan langkah antisipasi dalam perwujudan kawasan transmigrasi sebagaimana 2 (dua) kawasan transmigrasi yang sudah ditetapkan di atas.
Dalam kesempatan kali Dirjen PKTrans membahas strategi pengembangan kawasan transmigrasi sebagai penyangga untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta tenaga kerja di ibu kota baru. Strateginya dengan mempersiapkan sistem kluster tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan menggunakan teknologi pertanian modern.
Kawasan Transmigrasi di Kalimantan Timur menurut Dirjen PKTrans sangat cocok untuk menghasilkan kebutuhan pangan bagi calon Ibukota baru, khususnya komoditas hortikultura sehingga produksi pangan berdasarkan agroklimat dan kultur masyarakat setempat.
Dalam langkah awal, untuk pembangunan calon ibukota tentu akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja, makan, minum, dan kebutuhan lain sehingga dari sisi ekonomi mikro akan tumbuh.
"Selanjutnya, pertumbuhan eknomi dipastikan akan naik mengingat sirkulasi demokrasi ekonomi bergerak dari Jakarta dengan perputaran uang yang ratusan triliun ke Kaltim, permintaan barang dan jasa naik. Sisi ekonomi mikro akan menyerap tenaga kerja, perumahan, kuliner, dan 1,5 juta ASN perlu listrik, air bersih dan sejumlah kebutuhan lainnya,"
Pemerintah juga merumuskan solusi terbaik bagi kebutuhan Ketenagakerjaan di calon Ibukota baru. Mulai dari membuat regulasi dan kebijakan bagi para calon tenaga kerja hingga pemberian bantuan bagi masyarakat dalam bentuk pelatihan, pembuatan sarana penunjang maupun pemberian bantuan finansial.