Partisipasi DITJEN PKTrans dalam Masa Tanggap Darurat Bencana Alam Sulawesi Tengah


  Rabu, 10 Oktober 2018 Kegiatan Ditjenpktrans

Palu (1/10/2018)

Bencana alam yang melanda Sulawesi Tengah khususnya daerah Palu, Sigi ,dan Donggala mendorong pemerintah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari dari tanggal 28 September 2018 sampai dengan 11 Oktober 2018. Ditetapkannya status tanggap darurat, maka pemerintah daerah dan nasional memiliki kemudahan akses untuk pengerahan personel, logistik, peralatan, termasuk penggunaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan dalam penanganan darurat di Sulawesi Tengah.  Posko induk tanggap darurat juga ditempatkan di Makorem 132/Tadulako, Kota Palu. Selain itu, setiap kabupaten yang terdampak juga mendirikan posko sehingga koordinasi dapat berjalan dengan baik. Menurut BNPB ada empat Kabupaten/Kota yang terdampak gempa dan tsunami, yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.  "Mendagri telah mengeluarkan surat kawat, memerintahkan bupati dan wali kota  di empat kabupaten/kota tadi segera menetapkan status tanggap darurat agar ada kemudahan akses sehingga penanganan bisa dilakukan cepat.

Merespon hal tersebut, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi membentuk beberapa tim yang ditugaskan menghimpun dan menyalurkan bantuan. Setiap UKE 1 membentuk tim yang ditugaskan ke Sulawesi Tengah. Bantuan yang dikirim melalui Makasar dapat ditampung sementara di Kantor Balai Latihan Masyarakat Makasar, Kota Makasar. Salah satu tim yang diberangkatkan berasal dari Ditjen PKTrans. Perjalanan darat menuju Palu kurang lebih 1,5 hari dari Makasar. Tugas utama tim pertama yang diberangkatkan adalah membuat posko Kementerian Desa PDTT di Palu yang berpusat di Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tengah yang berguna membantu posko utama dan membawa bantuan logistik kepada korban bencana alam. Posko Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi membuat dapur umum serta WC umum yang dapat segera dimanfaatkan warga.

 

RT