Ditjen PKTrans Jajaki Kemitraan Budidaya Kopi di Lamandau


  Kamis, 05 Nopember 2020 Berita Ditjenpktrans

Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) sedang gencar mengembangkan budidaya tanaman kopi sebagai salah satu produk unggulan di kawasan transmigrasi. Keseriusan itu tertuang dalam Kesepakatan Bersama yang ditandatangani antara antara Direktorat Jenderal PKTrans Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Pemerintah Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah dan PT. Sulotco Jaya Abadi tentang Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Melalui Kemitraan Badan Usaha Dalam Pelaksanaan Transmigrasi Di Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah, pada Rabu (04/11) di Tana Toraja, Sulawesi barat.

Kemitraan dengan badan usaha yang bergerak dibidang perkebunan kopi yang nantinya akan melakukan pendampingan kepada para petani transmigran di permukiman transmigrasi mulai dari pembibitan, pelatihan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan sampai dengan pemasaran.

Direktur Jenderal Pengambangan Kawasan Transmigrasi, M. Nurdin berharap kolaborasi dengan pihak swasta, pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menggarap lahan bersama hingga menghasilkan petani kopi yang sejahtera di kawasan transmigrasi. Sebab, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor kopi terbesar di dunia. Tercatat di tahun 2020 berada di peringkat keempat negara terbesar pengekspor kopi di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Colombia.

Selain penandatanganan Dirjen PKTrans yang didampingi Direktur Promosi dan Kemitraan, Heriyanto dan Direktur Pengembangan Usaha Transmigrasi juga mengunjungi komplek area perkebunan kopi, penangkaran luwak pandan dan area pasca panen hingga proses green bean. Kunjungan perkebunan yang juga sebagai ajang studi tersebut dihadiri juga perwakilan OPD Provinsi Sulawesi Barat, Pemkab. Kabupaten Mamasa dan PT Bank BRI cabang Tana Toraja.